maiancheckout.com – Basarnas menyatakan jasad yang diduga anak pelatih tim sepak bola perempuan Valencia FC B ditemukan di bangkai Kapal Motor (KM) Putri Sakinah. Lokasi penemuan berada di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
“Korban ditemukan di dalam kapal dalam keadaan meninggal dunia kemarin,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, di Jakarta, Rabu.
Edy menjelaskan korban dievakuasi pada Senin (5/1) siang sekitar pukul 14.30 WITA menggunakan kapal Basarnas Puntadewa 250 menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Korban kemudian diserahkan kepada Tim DVI Polres Manggarai Barat untuk proses identifikasi. Tujuannya memastikan apakah jasad tersebut benar anak dari pelatih tim perempuan Valencia FC B, Martin Carreras.
Baca juga: “Kebakaran Gudang RSUD Ponorogo Diselidiki Polisi Bersama Labfor”
Kronologi Kecelakaan KM Putri Sakinah
Kecelakaan kapal terjadi pada 26 Desember 2025 saat KM Putri Sakinah mengangkut wisatawan di perairan Selat Pulau Padar, yang termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.
Kapal membawa 11 penumpang, terdiri atas:
- Enam wisatawan mancanegara asal Spanyol
- Satu pemandu wisata
- Empat kru kapal
Dari jumlah tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan. Sementara empat lainnya hilang, termasuk pelatih tim sepak bola perempuan Valencia FC B dan anak-anaknya.
Dengan ditemukannya jasad anak pelatih tersebut, satu korban lainnya masih dalam proses pencarian tim gabungan. Basarnas terus mengerahkan tim SAR untuk menuntaskan evakuasi.
Proses Identifikasi dan Peran Tim DVI
Proses identifikasi dilakukan secara hati-hati dan profesional oleh Tim DVI Polres Manggarai Barat. Identifikasi mencakup pemeriksaan fisik, sidik jari, dan DNA guna memastikan identitas korban.
“Proses identifikasi ini penting agar keluarga mendapat kepastian dan dapat memulai proses berduka dengan jelas,” kata Edy Prakoso.
Identifikasi korban juga akan membantu aparat menyelesaikan laporan resmi kecelakaan laut dan memfasilitasi koordinasi dengan otoritas Spanyol.
Kondisi Korban dan Langkah Selanjutnya
Sampai saat ini, kondisi jasad korban telah dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Setelah proses DVI selesai, jasad akan diserahkan kepada keluarga.
Basarnas menegaskan operasi pencarian tidak akan berhenti hingga semua korban ditemukan, meski kondisi cuaca dan medan laut cukup menantang.
Selain itu, aparat berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kementerian pariwisata, dan pihak asing untuk mendukung keselamatan wisatawan internasional dan menutup kemungkinan kecelakaan serupa di masa mendatang.
Dampak pada Komunitas Sepak Bola dan Wisata
Kecelakaan ini memberi dampak emosional pada komunitas sepak bola, khususnya tim perempuan Valencia FC. Klub dan pengurus telah mengeluarkan pernyataan duka cita dan dukungan penuh bagi keluarga korban.
Di sektor pariwisata, peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan kapal wisata dan standar operasional prosedur yang ketat di perairan sekitar Pulau Komodo.
Penemuan jasad anak pelatih Valencia FC di bangkai KM Putri Sakinah menjadi tragedi laut yang memilukan. Proses identifikasi dan pencarian korban masih berjalan.
Basarnas menegaskan komitmen penuh untuk menemukan korban lain dan memastikan prosedur keselamatan wisata laut di NTT diperketat. Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi pengelola kapal wisata dan wisatawan agar keselamatan menjadi prioritas utama.
Baca juga: “Real Madrid Berduka Atas Tewasnya Pelatih Valencia di Indonesia”
