maiancheckout.com – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ahmad Yani Semarang mencatat 2.365.513 penumpang terbang dari dan menuju bandara sepanjang 2025. General Manajer Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyampaikan angka ini naik sekitar lima persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.261.934 penumpang.
“Kenaikan ini menunjukkan pertumbuhan positif lalu lintas udara di Semarang. Bandara kami tetap menjadi pilihan utama perjalanan domestik maupun internasional,” kata Sulistyo di Semarang, Jumat.
Jumlah penumpang tersebut dilayani melalui 20.425 penerbangan selama 2025. Pergerakan pesawat meningkat sekitar 11 persen dibanding 2024, menandakan Bandara Ahmad Yani semakin padat dan efisien dalam melayani aktivitas penerbangan.
Baca juga: “Prabowo Resmikan Satgas Kuala untuk Sungai dan Pengolahan Air”
Rute Dominan dan Penerbangan Baru
Rute pesawat antara Semarang dan Jakarta tetap mendominasi pergerakan penumpang sepanjang 2025. Sulistyo menyebutkan, tingginya permintaan untuk rute ini mencerminkan hubungan ekonomi dan sosial yang erat antara Semarang dan Ibu Kota.
Selain rute domestik utama, 2025 menjadi tahun pembukaan sejumlah rute baru, termasuk penerbangan internasional menuju Malaysia dan Singapura. Langkah ini menegaskan potensi Semarang sebagai destinasi penting di Jawa Tengah sekaligus membuka peluang konektivitas regional yang lebih luas.
“Ada beberapa rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional. Ini menunjukkan Semarang cukup potensial sebagai destinasi dan hub penerbangan regional,” ujarnya.
Penutupan dan Awal Tahun Baru Penerbangan
Bandara Ahmad Yani juga mencatat momen penting di penghujung dan awal tahun. Pesawat Batik Air rute Semarang-Jakarta menjadi pesawat terakhir yang berangkat pada 2025. Sementara, pesawat Lion Air tujuan Banjarmasin-Semarang menjadi pesawat pertama yang mendarat di bandara pada awal 2026.
“Tradisi pergerakan pesawat di penghujung dan awal tahun ini menunjukkan konsistensi operasional kami. Kami siap melayani penumpang secara optimal setiap saat,” kata Sulistyo.
Strategi dan Harapan di Tahun 2026
Dengan tren positif sepanjang 2025, Bandara Semarang menargetkan peningkatan jumlah maskapai dan rute penerbangan pada 2026. Pihak manajemen berharap lebih banyak maskapai membuka rute dari dan menuju Semarang, termasuk penguatan penerbangan internasional ke Asia Tenggara.
Sulistyo menekankan bahwa pengembangan bandara tidak hanya fokus pada jumlah penumpang, tetapi juga kualitas layanan. “Kami terus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan bagi penumpang. Infrastruktur, keamanan, dan layanan pelanggan menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Selain itu, Bandara Ahmad Yani mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor pariwisata untuk memaksimalkan potensi Semarang sebagai kota tujuan wisata dan bisnis. Dengan dukungan rute baru dan layanan yang lebih baik, bandara diharapkan mampu menampung pertumbuhan penumpang secara berkelanjutan.
Pertumbuhan lalu lintas penumpang dan penerbangan di Bandara Semarang sepanjang 2025 menunjukkan tren positif transportasi udara di Jawa Tengah. Dengan 2,3 juta penumpang dilayani, rute baru domestik dan internasional dibuka, serta kesiapan operasional memasuki 2026, Bandara Ahmad Yani memperkuat posisinya sebagai hub strategis dan pusat konektivitas regional.
Manajemen optimistis, dengan strategi pengembangan rute dan peningkatan layanan, Bandara Semarang mampu menghadapi tantangan permintaan penumpang yang terus meningkat dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.
Baca juga: “‘Perang’ Saudi & UEA Makin Panas, Bandara Tutup-Penerbangan Kacau”
