maiancheckout.com – Posko pengamanan Natal dan Tahun Baru di Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, tampil berbeda tahun ini.
Sejumlah petugas polisi mengenakan kostum karakter anime Naruto saat bertugas, menarik perhatian masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan suasana pengamanan yang ramah, humanis, dan menyenangkan.
Kehadiran polisi berseragam unik sekaligus meningkatkan interaksi positif dengan pengunjung Kota Tua.
AKBP Riyanto, Kapolsek Metro Tamansari, menjelaskan konsep ini sengaja dipilih untuk menciptakan kedekatan polisi dengan masyarakat.
“Selain memastikan keamanan, kami ingin menghadirkan suasana bersahabat agar masyarakat merasa dekat dengan polisi,” ujarnya, Rabu.
Baca juga: “Pembiayaan Digital: OJK Atur Paylater untuk Kurangi Risiko”
Personel Tetap Profesional Meski Berkostum Unik
Meski mengenakan kostum Naruto, seluruh petugas tetap menjalankan tugas pengamanan secara profesional.
Personel fokus memastikan keamanan kawasan wisata Kota Tua tetap terjaga.
Riyanto menekankan bahwa keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.
Selain anggota polisi berseragam Naruto, elemen masyarakat dan anggota Saka Bhayangkara turut mendukung pengamanan.
Partisipasi ini memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat di momen Natal dan Tahun Baru.
Patroli dan Imbauan Ramah untuk Pengunjung
Anggota polisi melakukan patroli berjalan kaki di kawasan wisata.
Mereka memberikan imbauan kepada pengunjung untuk tetap waspada terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
Pendekatan ini dilakukan secara ramah sehingga pengunjung tetap merasa aman dan nyaman.
Menurut Riyanto, kombinasi patroli aktif dan interaksi bersahabat meningkatkan efektivitas pengamanan.
Kehadiran polisi berseragam Naruto juga menjadi magnet bagi wisatawan dan masyarakat sekitar.
Tujuan Strategis Konsep Humanis
Pola pengamanan ini bukan sekadar hiburan, melainkan strategi membangun citra positif kepolisian.
Masyarakat lebih mudah menerima imbauan dan bekerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Konsep humanis diharapkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, pendekatan kreatif ini memperkuat kepercayaan publik terhadap kepolisian.
Masyarakat cenderung menilai polisi lebih dekat, peduli, dan siap melayani kebutuhan keamanan.
Konteks Pengamanan Natal-Tahun Baru di Jakarta
Kota Tua merupakan salah satu titik wisata yang ramai dikunjungi saat libur panjang.
Setiap tahun, kepolisian menyiapkan pos pengamanan dan patroli untuk mencegah kerawanan.
Langkah kreatif seperti kostum Naruto meningkatkan visibilitas aparat sekaligus mencegah kepanikan.
Patroli dilakukan secara terstruktur dengan titik-titik strategis, termasuk area pejalan kaki dan transportasi umum.
Kolaborasi dengan Saka Bhayangkara dan masyarakat lokal membantu memantau potensi gangguan keamanan.
Sinergi Kreatif Polisi dan Masyarakat
Kehadiran “Polisi Naruto” di posko pengamanan Kota Tua menjadi kombinasi unik antara profesionalisme dan pendekatan humanis.
Konsep ini membuktikan bahwa pengamanan tidak harus kaku, tapi tetap efektif dan menyenangkan.
Interaksi positif dengan masyarakat meningkatkan kesadaran keamanan sekaligus mempererat hubungan polisi-masyarakat.
Di momen Natal dan Tahun Baru, strategi kreatif seperti ini dapat menjadi contoh inovasi kepolisian di berbagai titik wisata lainnya.
Kehadiran polisi yang dekat dengan masyarakat sekaligus sigap menjaga keamanan menunjukkan kesiapan penuh menghadapi libur panjang.
Baca juga: “Pemerintah Akan Terbitkan PP Atur Penugasan Polisi di Jabatan Sipil, Rampung Januari 2026”
