Mentrans Serahkan 402 SHM untuk Percepat Program Trans Tuntas
maiancheckout.com – Mentrans Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyerahkan 402 sertifikat hak milik kepada transmigran di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Penyerahan ini menjadi bagian dari percepatan Program Transmigrasi Tuntas yang memastikan kepastian hukum atas lahan yang tertunda selama puluhan tahun. Pemerintah menargetkan seluruh transmigran akhirnya menerima hak lahan secara adil dan terverifikasi.
“Baca juga: Hindari Hal-Hal Ini untuk Kadar Gula Darah yang Stabil“ [3]
Pemerintah Tuntaskan Persoalan Lahan yang Tertunda Belasan Tahun
Iftitah menegaskan bahwa banyak transmigran telah menunggu hak lahan selama 13 hingga 16 tahun sejak ditempatkan di wilayah tersebut. Ia menyebut penyerahan SHM ini sebagai bukti komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan lama yang berlarut karena kurangnya prioritas sebelumnya. “Sertifikat ini seharusnya sudah diterima para transmigran sejak lama, tetapi masalahnya terus tertunda,” kata Iftitah. Ia menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempercepat proses pemberian hak lahan sekaligus menindaklanjuti aspirasi legislatif dari Komisi V DPR RI. Pemerintah memastikan seluruh SHM diterbitkan secara bersih dan jelas oleh Kementerian ATR/BPN tanpa sengketa hukum atau konflik adat.
Penguatan Ekonomi Transmigran Melalui Pendampingan dan Program Tambahan
Selain sertifikasi lahan, pemerintah menjalankan lima program tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran. Salah satunya penugasan Tim Ekspedisi Patriot yang memetakan potensi ekonomi setiap kawasan transmigrasi. Tim tersebut memberikan pendampingan teknis, termasuk perbaikan metode pemupukan yang meningkatkan produktivitas buah naga dari 2 ons menjadi 1 kilogram per buah. Iftitah menekankan bahwa distribusi sumber daya manusia unggul ke wilayah transmigrasi sangat penting untuk mengembangkan komoditas unggulan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ke depan, pemerintah menargetkan seluruh transmigran menerima SHM secara bertahap sambil terus menguatkan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Mentrans Soroti Tantangan Infrastruktur dan Dorong Penguatan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa tantangan utama pembangunan kawasan transmigrasi di wilayah tengah dan timur Indonesia masih berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur dasar. Meski demikian, ia optimistis potensi ekonomi dan investasi mampu mendorong keberlanjutan pembangunan jangka panjang di berbagai kawasan transmigrasi. Pemerintah menilai perkembangan sejumlah daerah transmigrasi menunjukkan hasil signifikan dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru.
Iftitah menyebut keberhasilan transmigrasi terlihat dari banyak wilayah yang berkembang menjadi sentra ekonomi baru seperti di Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Selatan, dan Manggarai Barat. Ia menekankan bahwa pertumbuhan nilai aset lahan menjadi indikator nyata peningkatan ekonomi transmigran. Warga yang awalnya hanya menerima satu hektare lahan kini memiliki aset dengan nilai mencapai miliaran rupiah akibat meningkatnya minat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Ia menyatakan capaian ini harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang memadai untuk menjaga kesinambungan perkembangan ekonomi.
Mentrans memastikan pembangunan lanjutan terus berjalan, termasuk perbaikan jalan sepanjang dua kilometer dan pengusulan pembangunan jembatan baru. Usulan tersebut akan ia sampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono untuk mempercepat pembangunan di Muna dan Muna Barat. “Tentu kita berharap akan ada infrastruktur yang lebih besar lagi dan jembatan yang harus diperbaiki,” ujarnya. Ke depan, pemerintah menargetkan sinergi perencanaan infrastruktur dan penguatan ekonomi lokal agar kawasan transmigrasi terus berkembang secara terukur dan berkelanjutan.
“Simak juga:Pergeseran Tren di Eropa Dan Amerika,Dari Smartphone ke?”[5]
