maiancheckout.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mencatat tren penurunan aduan Warga Negara Indonesia (WNI). Pada 24 Januari, tercatat 122 WNI melapor, turun signifikan dibanding sebelumnya yang mencapai lebih dari 200 aduan per hari.
Meskipun jumlah aduan menurun, KBRI menegaskan tetap waspada. “Kami terus memperkuat upaya penanganan laporan kasus WNI,” kata pernyataan resmi KBRI Phnom Penh yang disampaikan kepada ANTARA, Minggu.
Jumlah WNI yang Melapor dan Bantuan Tim Kemlu
Selama periode 16–24 Januari, total WNI yang melaporkan diri mencapai 2.277 orang. Mereka datang ke KBRI untuk meminta bantuan kepulangan ke Indonesia.
KBRI menambahkan, tim bantuan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas RI) telah tiba di Phnom Penh pada 24 Januari. Tim ini membantu pendataan, penilaian kasus, dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI tanpa dokumen perjalanan resmi.
“Tim kami bekerja memastikan setiap WNI mendapatkan pelayanan dokumen perjalanan yang cepat dan aman,” jelas KBRI Phnom Penh.
Baca juga: “Dewan Perdamaian Gaza Undang Raja Yordania”
Fasilitas Penampungan dan Koordinasi dengan Otoritas Kamboja
Bagi WNI yang memerlukan tempat tinggal sementara, KBRI telah berkoordinasi dengan otoritas Kamboja untuk menyediakan fasilitas penampungan. Tempat ini dilengkapi dengan kebutuhan dasar, termasuk makanan dan tempat istirahat.
Fasilitas tersebut mempermudah pendataan dan penilaian kasus sehingga proses administrasi, termasuk penerbitan SPLP, dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. KBRI memastikan keamanan WNI selama masa karantina sementara sebelum kepulangan.
Rekapitulasi Kasus WNI Sepanjang 2025
Sepanjang 2025, KBRI Phnom Penh telah menangani total 5.088 kasus WNI, rata-rata 15 hingga 30 kasus per hari. Angka ini sempat melonjak tajam, terutama ketika satu hari tercatat 520 aduan baru.
Data ini menunjukkan fluktuasi jumlah aduan WNI di Phnom Penh, namun tim KBRI tetap menjaga kualitas layanan agar seluruh WNI dapat diproses secara maksimal.
Imbauan KBRI dan Pencegahan Penipuan
KBRI Phnom Penh mengimbau seluruh WNI untuk terus berkomunikasi dengan keluarga agar dapat memberikan dukungan selama proses kepulangan. Selain itu, KBRI menekankan agar WNI tetap waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan KBRI.
“Semua layanan KBRI gratis, kecuali biaya resmi penerbitan SPLP sesuai peraturan yang berlaku,” kata pernyataan resmi KBRI. Langkah ini memastikan transparansi dan keamanan administrasi bagi WNI.
Langkah Kedepan dan Upaya Pemulangan Bertahap
KBRI menegaskan akan terus bekerja maksimal agar seluruh WNI dapat dipulangkan secara bertahap dan sesuai ketentuan. Pendekatan ini menggabungkan koordinasi diplomatik, pengawasan administratif, dan pelayanan humanis.
Ke depan, KBRI Phnom Penh berencana memperkuat sistem pendataan digital dan komunikasi jarak jauh dengan WNI. Sistem ini bertujuan mempercepat proses penanganan kasus dan mempermudah koordinasi dengan pihak keluarga di Indonesia.
Kasus ini menyoroti peran penting KBRI dalam memberikan perlindungan, pelayanan dokumen perjalanan, dan koordinasi antarnegara. Meskipun aduan menurun, kesiapsiagaan dan penanganan profesional tetap menjadi prioritas utama.
Baca juga: “KBRI Pastikan WNI yang Kabur dari Markas Scammer Kamboja Bukan Korban TPPO”
