Hana Saraswati Prihatin Maraknya Kasus Perundungan di Sekolah
maiancheckout.com – Hana Saraswati menyoroti meningkatnya kasus perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kampus. Ia mengaku sangat prihatin melihat fenomena tersebut yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam pandangannya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar dan tumbuh, bukan ruang yang menumbuhkan rasa takut. “Miris ya. Tak seharusnya hal-hal seperti ini terjadi di sekolah atau kampus,” ujar Hana di Kemang, Jakarta Selatan, pada 23 Oktober 2025.
“Simak juga: Tragedi Sapi Kurban Larian 20 Km di Gunungkidul“ [5]
Hana Saraswati Anggap Sikap Sok Jagoan Tidak Patut Ditiru
Bintang series Twisted: The Sinners itu menilai bahwa pelaku perundungan sering merasa kuat karena ingin menunjukkan diri sebagai sosok “jagoan”. Namun menurut Hana, sikap seperti itu justru menunjukkan kelemahan moral. Ia menegaskan bahwa jagoan sejati adalah seseorang yang berguna bagi banyak orang, bukan yang menyakiti sesama. “Jagoan itu kalau kamu bisa berguna bagi banyak orang. Nah, bagi aku itu baru jagoan namanya,” imbuhnya. Pandangan ini selaras dengan upaya kampanye anti-bullying yang kini semakin digencarkan di berbagai sekolah di Indonesia.
Pernah Jadi Korban, Hana Ajak Masyarakat Lebih Peka Terhadap Dampak Bullying
Hana Saraswati juga mengungkap bahwa ia pernah menjadi korban perundungan saat masih bersekolah. Meskipun kasus yang dialaminya tidak separah yang terjadi saat ini, ia memahami betapa berat dampak psikologis yang ditimbulkan. “Bullying itu enggak bagus, banyak mudaratnya,” katanya. Ia menekankan bahwa luka emosional akibat perundungan bisa bertahan lama dan memengaruhi kepercayaan diri seseorang hingga dewasa. Karena itu, Hana mengajak semua pihak—guru, orang tua, dan siswa—untuk lebih peka dalam mencegah serta menindak perilaku perundungan di lingkungan pendidikan. Dengan kesadaran bersama, ia berharap sekolah dapat kembali menjadi ruang yang aman dan mendidik bagi semua anak.
Hana Saraswati Pilih Berdamai dengan Masa Lalu Setelah Jadi Korban Bullying
Aktris Hana Saraswati akhirnya angkat bicara tentang pengalaman pahitnya menjadi korban perundungan di masa sekolah. Meski sempat meninggalkan luka emosional, Hana mengaku kini telah berdamai dengan masa lalunya. Ia menilai bahwa proses memaafkan adalah langkah penting untuk melanjutkan hidup dengan tenang dan penuh kebijaksanaan. “Enggak, aku sudah bisa berdamai dengan keadaan,” ujar bintang Twisted: The Sinners itu saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, pada 23 Oktober 2025.
Hana mengaku tidak ingin lagi mengingat kejadian yang menimpa dirinya di masa lalu. Ia memilih untuk memaafkan orang-orang yang pernah menyakitinya sebagai bentuk kedewasaan diri. “Aku sudah mendoakan dan memaafkan mereka yang melakukan itu padaku. Semoga mereka bisa mendapatkan yang terbaik dari apa yang mereka lakukan,” tuturnya.
Sikap Hana mencerminkan pentingnya pemulihan mental bagi korban bullying, yang sering kali membutuhkan waktu dan dukungan emosional untuk bangkit. Berdasarkan data UNICEF Indonesia tahun 2024, sekitar 41 persen siswa di Indonesia pernah mengalami bentuk perundungan, baik secara verbal, fisik, maupun daring. Karena itu, langkah Hana untuk berdamai dan menebar pesan positif menjadi contoh penting bagi generasi muda agar tidak larut dalam trauma.
Melalui pengalamannya, Hana berharap masyarakat lebih sadar akan dampak jangka panjang bullying terhadap kesehatan mental. Ia mengajak siapa pun yang pernah menjadi korban untuk tidak menyimpan dendam, melainkan belajar memaafkan demi ketenangan batin. “Kalau kita bisa berdamai dengan masa lalu, artinya kita sudah menang atas diri sendiri,” pungkasnya dengan tegas.
“Baca juga: Keindahan Al Ula, Destinasi Wisata di Tanah Saudi” [3]
