Pesawat Militer Turki C-130 Jatuh di Georgia Setelah Lepas Landas dari Azerbaijan
maiancheckout.com – Sebuah pesawat kargo militer C-130 milik Turki jatuh di Georgia setelah lepas landas dari Azerbaijan, Rabu (12/11/2025). Pesawat dilaporkan membawa setidaknya 20 personel, namun jumlah pasti korban dan penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Insiden ini menimbulkan kepanikan, sementara tim darurat segera dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat untuk melakukan evakuasi dan investigasi awal.
“Baca juga: Inggris vs Slovakia di Euro 2024, Rooney Menyoroti Southgate“ [2]
Puing dan Kebakaran Terdokumentasi dalam Video Awal dari Lokasi Kecelakaan
Video awal yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing logam terpelintir tersebar di gundukan berumput dekat perbatasan Azerbaijan. Bagian badan pesawat masih terbakar dan asap tebal mengepul ke langit yang cerah. Rekaman juga menunjukkan pesawat berputar-putar sebelum akhirnya meledak dan terbakar, menurut laporan Reuters. Kondisi ini menambah kekhawatiran tentang keselamatan awak dan personel militer yang berada di dalam pesawat.
Presiden Turki dan Duta Besar AS Sampaikan Belasungkawa
Presiden Turki, Tayyip Erdogan, menghentikan pidatonya di Ankara untuk menyampaikan belasungkawa bagi personel militer yang gugur. Ia tidak menjelaskan penyebab kecelakaan maupun jumlah korban. Sementara itu, Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, melalui platform X menyatakan rasa duka cita mendalam atas tragedi tersebut. “Kami berdiri dalam solidaritas dengan keluarga korban dan Angkatan Bersenjata Turki,” tulis Barrack. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keselamatan penerbangan militer dan kebutuhan investigasi mendalam untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.
Turki dan Azerbaijan Koordinasi Tindak Lanjut Kecelakaan Pesawat Militer di Georgia
Setelah kecelakaan pesawat militer C-130 Turki di Georgia, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev melakukan panggilan telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan. Kedua pemimpin membahas hilangnya prajurit dan upaya penanganan insiden tersebut, menurut keterangan resmi dari pemerintah Azerbaijan. Koordinasi ini menunjukkan perhatian diplomatik kedua negara terkait keselamatan personel militer dan investigasi kecelakaan.
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan ada 20 personel Turki di pesawat, termasuk awak, namun tidak merinci kemungkinan adanya penumpang dari negara lain. Informasi ini menegaskan bahwa mayoritas korban kemungkinan besar merupakan anggota Angkatan Bersenjata Turki. Sementara itu, kantor berita Georgia Interpress melaporkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Georgia sedang menyelidiki insiden ini berdasarkan peraturan hukum yang mencakup transportasi udara dan hilangnya nyawa, memastikan proses hukum berjalan sesuai standar internasional.
Insiden ini menimbulkan sorotan luas terkait keselamatan penerbangan militer dan prosedur evakuasi darurat di wilayah perbatasan. Pemerintah Turki dan Azerbaijan menegaskan komitmen untuk mendukung investigasi secara transparan dan memastikan keluarga korban menerima informasi resmi. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi lintas negara dalam menangani kecelakaan militer yang melibatkan personel internasional dan prosedur keselamatan yang ketat.
“Simak juga: Menyongsong Pilkada, Potensi Calon dari PDIP“ [4]
