maiancheckout.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan memanggil sejumlah pihak untuk menelusuri aktivitas Ridwan Kamil (RK) selama masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat 2018–2023. Salah satu nama yang menjadi sorotan publik adalah pesohor Aura Kasih.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik akan mengundang siapa pun yang dianggap memiliki informasi relevan. Hal ini mencakup aktivitas RK di dalam maupun luar negeri.
“Ya, terkait dengan aktivitas RK baik di dalam maupun di luar negeri, tentu nanti penyidik akan memanggil pihak-pihak yang diduga bisa menjelaskan aktivitas-aktivitas tersebut,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Pendalaman ini tidak hanya fokus pada kegiatan yang dilakukan, tetapi juga akan menelusuri sumber dana yang digunakan. “Karena ini nanti kami kaitkan dengan sumber biaya tersebut,” tambah Budi.
Baca juga: “Pandji Pragiwaksono Tabayun ke MUI Terkait Stand Up Comedy”
Kemungkinan Pemanggilan Aura Kasih
Soal kemungkinan Aura Kasih dipanggil, Budi Prasetyo belum bisa memastikan. KPK akan mengumumkan perkembangan terbaru jika keputusan pemanggilan telah ditetapkan.
“Ya, terkait dengan siapa-siapanya yang nanti akan dimintai keterangan, nanti kami akan update,” jelasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) untuk periode 2021–2023.
Status Tersangka dan Nilai Kerugian Negara
Dalam kasus tersebut, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Maret 2025. Mereka antara lain Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Widi Hartoto, serta tiga pihak swasta yakni Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Sophan Jaya Kusuma. Kelima tersangka diduga mengendalikan agensi yang terkait dengan pengadaan iklan.
KPK memperkirakan kerugian negara akibat kasus ini mencapai sekitar Rp222 miliar.
Langkah KPK Sebelumnya
Sebelumnya, rumah Ridwan Kamil telah digeledah penyidik KPK pada 10 Maret 2025. Beberapa barang seperti sepeda motor dan mobil diamankan untuk kepentingan penyidikan. Ridwan Kamil kemudian hadir memenuhi panggilan KPK sebagai saksi pada 2 Desember 2025.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa KPK menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan iklan dengan teliti, termasuk menelusuri aktivitas pejabat publik di luar negeri yang mungkin terkait.
Dampak dan Harapan Penyidikan
Pendalaman aktivitas RK di luar negeri diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai sumber biaya kegiatan yang diduga terkait pengadaan iklan. Pemanggilan pihak-pihak yang memiliki informasi, termasuk Aura Kasih, menjadi strategi KPK untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam kasus ini.
Selain itu, langkah ini menjadi sinyal bahwa KPK akan menelusuri keterlibatan semua pihak secara menyeluruh, tanpa terkecuali, untuk melindungi keuangan negara dan menegakkan hukum secara adil.
Dengan fokus pada sumber dana dan aktivitas di dalam maupun luar negeri, KPK berharap penyidikan ini dapat mengungkap fakta secara utuh, sekaligus menjadi peringatan bagi pejabat publik terkait pengelolaan keuangan negara.
Baca juga: “Penjelasan Pihak Ridwan Kamil soal Liburan Bareng Aura Kasih-Hadiahi Vespa”
