Kerusuhan Yalimo Picu Serangan ke Pos Satgas Maleo
maiancheckout.com – Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, masih dilanda suasana mencekam usai kerusuhan besar akibat isu SARA. Sejumlah bangunan warga hangus dibakar massa, termasuk Pos Satgas Maleo di Kampung Pirip. Aparat gabungan TNI-Polri diterjunkan untuk mengevakuasi enam anggota Satgas Maleo Kopassus yang terkepung di pos tersebut. Kerusuhan ini menambah daftar panjang konflik sosial di Papua yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
” Baca Juga: Game Eksklusif Xbox Hadir di PlayStation dan Nintendo Switch “
Tiga Anggota Kopassus Alami Luka Berat
Dalam evakuasi tersebut, tiga anggota Kopassus mengalami luka berat akibat serangan panah dan lemparan batu. Mereka segera dibawa ke Rumah Sakit Er Dabi, Yalimo, untuk menjalani perawatan intensif. Enam personel berhasil diselamatkan berkat koordinasi cepat antara TNI, Polri, dan aparat lokal.
Anggota Kopassus Perkuat Pengamanan untuk Jaga Stabilitas Papua
Serangan terhadap pos Satgas Maleo menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi aparat dalam menjaga keamanan Papua. Brigjen Faizal menegaskan, aparat gabungan akan terus meningkatkan pengamanan demi melindungi warga sipil dan mencegah kerusuhan meluas. Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat diminta berperan aktif dalam meredam isu SARA yang kerap menjadi pemicu konflik. Data kepolisian menunjukkan, eskalasi konflik sosial di Papua meningkat dalam lima tahun terakhir, terutama terkait isu politik dan identitas.
Aparat Gabungan Berhasil Evakuasi Prajurit Kopassus Meski Diserang Massa
Saat proses penyelamatan, tim gabungan TNI-Polri mendapat serangan dari berbagai arah menggunakan panah, batu, dan bom molotov. Dalam insiden itu, tiga prajurit mengalami luka parah dan kini dirawat intensif di Rumah Sakit Er Dabi, Yalimo. Evakuasi dilakukan dengan dukungan kendaraan taktis dan koordinasi erat antar satuan TNI-Polri di lapangan. Peristiwa ini menegaskan tingginya risiko yang dihadapi aparat dalam menjaga stabilitas Papua di tengah konflik berbasis isu SARA. Upaya ini diharapkan dapat mencegah jatuhnya korban lebih banyak sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara di Papua.
” Baca Juga: Xiaomi 15 Pro Layar Canggih dengan Kualitas Premium “
