maiancheckout.com – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo bekerja sama dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk menyelidiki kebakaran gudang farmasi RSUD dr. Harjono Ponorogo.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan pada Senin siang, sehari setelah kebakaran terjadi pada Minggu sore (4/1). “Tim Satreskrim bersama Labfor Polda Jawa Timur melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran. Kesimpulan sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik,” kata Imam.
Proses olah TKP berlangsung hampir dua jam. Penyidik menyisir seluruh area gudang farmasi dua lantai yang berada bersebelahan dengan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD.
Baca juga: “Pemkab Gorontalo Salurkan Bantuan Banjir Bandang di Bilato”
Dampak Kebakaran dan Barang Bukti yang Diamankan
Berdasarkan pemeriksaan awal, lantai satu dan lantai dua gudang sama-sama terdampak kebakaran dengan tingkat kerusakan relatif setara. “Di lantai dua, sekitar 25 persen area terdampak, baik dokumen maupun obat-obatan. Lantai satu kondisinya hampir sama,” jelas Imam.
Gudang farmasi tersebut menyimpan berbagai stok obat-obatan serta dokumen penting, termasuk kwitansi, resep obat pasien, dokumen farmasi, dan rekam medis lima tahun terakhir.
Selama olah TKP, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berasal dari titik awal munculnya api. “Kami sudah mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan lanjutan,” ujar Imam.
Kronologi Kebakaran dan Penanganan di Lapangan
Api pertama kali diketahui muncul dari lantai dua sekitar pukul 16.15 WIB sebelum menjalar ke lantai dasar. Petugas pemadam kebakaran menurunkan empat unit mobil pemadam dan dua truk tangki air milik BPBD Ponorogo.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan pembasahan area untuk mencegah kebakaran susulan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Layanan rumah sakit, termasuk IGD dan ruang rawat inap, tetap berjalan normal selama kebakaran berlangsung.
Langkah Lanjutan dan Pentingnya Pemeriksaan Labfor
Keterlibatan Labfor Polda Jawa Timur bertujuan memastikan penyebab kebakaran dapat ditentukan secara ilmiah. Pemeriksaan forensik penting untuk mencegah spekulasi publik dan memastikan penanganan hukum tepat.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi fasilitas kesehatan mengenai keamanan instalasi listrik dan prosedur penyimpanan obat. Gudang farmasi yang menyimpan dokumen dan obat-obatan krusial harus memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai.
Penyelidikan gabungan Satreskrim Polres Ponorogo dan Labfor diharapkan bisa memberikan hasil resmi dalam beberapa hari mendatang. Kesimpulan dari olah TKP akan menjadi dasar rekomendasi pencegahan kebakaran di RSUD Ponorogo maupun fasilitas kesehatan lain.
Langkah cepat pihak kepolisian dan keterlibatan Labfor menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani kebakaran fasilitas kritis dan melindungi dokumen serta obat-obatan vital masyarakat.
Baca juga: “Kebakaran Gudang RSUD Ponorogo Diselidiki Polisi Bersama Labfor”
