maiancheckout.com – Kepolisian Daerah Sumatera Utara menargetkan pembangunan 117 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi pelajar di berbagai wilayah Sumatera Utara. Langkah tersebut menjadi bagian kontribusi Polri dan Bhayangkari dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Kepala Polda Sumut Inspektur Jenderal Polisi Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan target tersebut di Medan, Rabu. Ia menegaskan pemenuhan gizi pelajar menjadi prioritas strategis bagi institusinya. Menurutnya, asupan gizi yang baik berperan penting dalam mencetak generasi sehat dan produktif.
Baca juga: “Gratiskan 1,35 Juta Sertifikat Halal, Pemerintah Dukung UMK 2026”
“Pembangunan SPPG merupakan bentuk kontribusi Polri dan Bhayangkari untuk meningkatkan gizi pelajar,” ujar Whisnu. Ia menambahkan program ini juga memperkuat peran Polri di bidang sosial.
Progres Pembangunan SPPG di Sumatera Utara
Whisnu memaparkan perkembangan pembangunan SPPG di wilayah Sumatera Utara. Dari target 117 unit, sebanyak 29 SPPG telah beroperasi. Selain itu, 21 SPPG berada dalam tahap persiapan operasional.
Sebanyak 14 SPPG masih dalam tahap pembangunan fisik. Sementara itu, 53 SPPG lainnya berada pada tahap persiapan peletakan batu pertama. Seluruh tahapan tersebut dirancang agar target operasional tercapai pada 2026.
“Ditargetkan pada 2026, seluruh SPPG dapat beroperasi di Sumatera Utara,” kata Whisnu. Ia menyebutkan koordinasi lintas satuan terus dilakukan untuk mempercepat proses.
Polda Sumut juga menyiapkan sumber daya manusia pendukung. Total pegawai SPPG Polda Sumut dan jajaran mencapai 5.499 orang. Tenaga tersebut disiapkan untuk memastikan layanan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dampak Langsung bagi Ratusan Ribu Pelajar
Keberadaan 117 SPPG diperkirakan memberi manfaat langsung bagi 346.382 pelajar. Para pelajar akan menerima makanan bergizi sesuai standar yang ditetapkan. Program ini diharapkan menekan masalah kekurangan gizi di lingkungan sekolah.
Whisnu menekankan bahwa pemenuhan gizi merupakan investasi jangka panjang. Gizi yang baik berkontribusi terhadap konsentrasi belajar dan daya tahan tubuh anak. Dampaknya akan terasa pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Pemenuhan makanan bergizi penting untuk membangun sumber daya manusia yang sehat dan cerdas,” ujarnya. Ia menilai kualitas generasi muda menentukan daya saing bangsa ke depan.
Dukungan terhadap Program Asta Cita
Program SPPG juga disebut sejalan dengan program nasional Asta Cita. Pemerintah menempatkan peningkatan kualitas manusia sebagai salah satu agenda utama pembangunan. Kehadiran SPPG memperkuat upaya tersebut di tingkat daerah.
Menurut Whisnu, Polri tidak hanya menjalankan fungsi keamanan. Polri juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Melalui SPPG, Polri hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Polri hadir untuk memberi harapan dan menghadirkan kebaikan,” tutur Whisnu. Ia mengajak seluruh pihak merawat fasilitas SPPG sebagai bentuk pengabdian bersama.
Peran SPPG dalam Penanganan Bencana
Selain mendukung pelajar, SPPG juga dimanfaatkan dalam situasi darurat. Polda Sumut mencatat pada 27 hingga 29 November 2025, sebanyak 12 SPPG difungsikan untuk wilayah terdampak bencana.
Wilayah tersebut meliputi Kota Medan, Tebing Tinggi, dan Tanjungbalai. Bantuan juga disalurkan ke Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan. Keberadaan SPPG mempercepat distribusi bantuan makanan.
Dari 12 SPPG tersebut, sebanyak 38.151 orang menerima bantuan. Jenis bantuan meliputi nasi bungkus, susu, biskuit, buah-buahan, dan air mineral. Bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Konteks Gizi Pelajar dan Tantangan Daerah
Data nasional menunjukkan masih adanya tantangan pemenuhan gizi anak sekolah. Beberapa wilayah menghadapi masalah stunting dan kekurangan gizi mikro. Program seperti SPPG menjadi salah satu solusi konkret di tingkat lokal.
Sumatera Utara memiliki wilayah yang luas dan beragam kondisi sosial. Akses pangan bergizi belum merata di semua daerah. Kehadiran SPPG membantu menjangkau pelajar di wilayah perkotaan dan pedesaan.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sekolah menjadi kunci keberhasilan. Polda Sumut mendorong sinergi agar program berjalan berkelanjutan. Pendekatan ini memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Investasi Gizi untuk Masa Depan
Target pembangunan 117 SPPG menunjukkan komitmen serius Polda Sumut dalam meningkatkan gizi pelajar. Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga kualitas pendidikan. Keberlanjutan SPPG akan menentukan manfaat jangka panjangnya.
Dengan dukungan semua pihak, SPPG berpotensi menjadi model pelayanan gizi terintegrasi. Program ini memperlihatkan peran Polri dalam pembangunan manusia. Ke depan, peningkatan gizi pelajar diharapkan memperkuat fondasi kemajuan Sumatera Utara dan Indonesia.
Baca juga: “Polda Sumut Ikuti Groundbreaking 436 SPPG Polri Secara Zoom, Dukung Program Makan Bergizi Gratis”
